Video Makna 2 Kalimat Syahadat

mAKNA 2
kALIMAT
Syahadat


Get Started

Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah meyakini bahwa dua kalimat syahadah merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Kedua kalimat ini memiliki makna, syarat-syarat dan rukun-rukun yang harus diketahui, diyakini, diimani dan diamalkan oleh seluruh kaum Muslimin. Makna kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู Makna dari kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (laa ilaaha illallaah) adalah: ู„ุงูŽ ู…ูŽุนู’ุจููˆู’ุฏูŽ ุจูููููุญูŽู‚ูู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู. โ€œTidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.โ€ Ada beberapa penafsiran yang salah tentang makna kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (laa ilaaha illallaah), dan kesalahan tersebut telah menyebar luas. Di antara kesalahan tersebut adalah:[1] 1. Menafsirkan kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู dengan ู„ุงูŽ ู…ูŽุนู’ุจููˆู’ุฏูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (tidak ada yang diibadahi kecuali Allah), padahal makna tersebut rancu karena jika demikian, maka setiap yang diibadahi, baik benar maupun salah, berarti Allah. 2. Menafsirkan kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู dengan ู„ุงูŽ ุฎูŽุงู„ูู‚ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (tidak ada pencipta kecuali Allah), padahal makna tersebut merupakan sebagian dari makna kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู dan ini masih berupa Tauhid Rububiyyah saja, sehingga belum cukup. Inilah yang diyakini juga oleh orang-orang musyrik. 3. Menafsirkan kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู dengan ู„ุงูŽ ุญูŽุงูƒูู…ููŠูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (tidak ada hakim (penguasa) kecuali Allah), pengertian ini pun tidak mencukupi karena apabila mengesakan Allah hanya dengan pengakuan atas sifat Allah Yang Maha Penguasa saja namun masih berdoโ€™a kepada selain-Nya atau menyelewengkan tujuan ibadah kepada sesuatu selain-Nya, maka hal ini belum termasuk definisi yang benar. Syarat-Syarat Kalimat [2] ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู Syarat Pertama: ุงูŽู„ู’ุนูู„ู’ู…ู (al-โ€˜ilmu) Yaitu mengetahui arti kalimat ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู (laa ilaaha illallaah). Allah Azza wa Jalla berfirman: ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€œMaka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allahโ€ฆโ€ [Muhammad: 19] Allah Azza wa Jalla juga berfirman: ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œMelainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui.โ€ [Az-Zukhruf: 86] Yang dimaksud dengan โ€œmengakui kebenaranโ€ adalah ke-benaran kalimat laa ilaaha illallaah. Sedangkan maksud dari โ€œsedang mereka orang-orang yang mengertiโ€ adalah mengerti dengan hati mereka apa yang diucapkan dengan lisan. Selamat menyimak semoga bermanfaat, DILARANG MEMPOSTING ULANG SEBAGIAN ATAU SELURUH KAJIAN INI.